Rombongan Hade Diarak di Purwakarta

PURWAKARTA, JUMAT– Keluar dari gerbang tol Ciganea, rombongan pasangan calon gubernur/wakil gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan-Dede Yusuf, langsung diarak ke seantero  Purwakarta, Jumat (28/3). Pasangan itu dalam perjalanan menuju tempat kampanye di Karawang.

Ketika keluar dari gerbang tol, sejumlah ratusan simpatisan dan kader PAN berseragam putih menggunakan sepeda motor dan mobil bak terbuka mengawal rombongan Hade melalui ruas- ruas jalan di Purwakarta. Sepanjang perjalanan para simpatisan dari PAN dan PKS dengan berbagai macam atribut, bergabung menggunakan sepeda motor dan mobil.

Arak-arakan itu melewati ruas jalan di antaranya Jalan Wiranatakusumah, Singawinata, mengelilng Situ Bulen, Jalan Gandamanah, Jalan Raya Cimaung, Jalan Raya Sadang, dan selanjutnya ke Jalan Raya Purwakarta-Cikampek. Sementara di sepanjang jalan yang dilalui, para kader yang ikut rombongan membagikan stiker bergambar pasangan Hade. Rombongan sempat beristirahat untuk salat Jumat di Mesjid As Syuhadah di depan Mapolsek Cikampek. (tribun jabar/Kisdiantoro)

Iklan

Senin, 31 Maret 2008 at 4:18 pm 1 komentar

Heryawan-Dede, Andalkan Sosok Muda Jadi Pemikat

DALAM berbagai poster dan spanduk yang ditampilkan di berbagai lokasi di wilayah Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf mengidentikkan diri sebagai pasangan yang memberi harapan baru bagi provinsi itu. Klaim itu wajar sebab pasangan itu termasuk sosok baru sekaligus muda dalam pertarungan memperebutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar tahun 2008.

Muda, sebab Ahmad Heryawan, yang selama ini menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, kelahiran Sukabumi pada 19 Juni 1966. Ia belum genap 42 tahun. Begitu pula Dede Yusuf, lahir di Jakarta pada 14 September 1966. Itu sebabnya, pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengklaim sebagai figur yang dinamis dan mandiri.

Dalam panggung politik, Ahmad Heryawan bukanlah wajah baru. Tahun 1999-2004, dia dipercayakan menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan DKI Jakarta. Ia juga menjadi Ketua Umum Persatuan Umat Islam (PUI) sejak tahun 2004 hingga sekarang.

Dari rekam jejak yang dimiliki Ahmad Heryawan itu, PKS pun menetapkan dia menjadi calon gubernur Jabar. Dengan berprinsip inilah saatnya bagi orang muda untuk memimpin, PKS akhirnya memilih menggandeng Yusuf Macan Effendi alias Dede Yusuf yang diusung PAN menjadi calon wagub. Berbekal kepopuleran Dede sebagai artis, PKS dan PAN optimistis menyandingkan keduanya sebagai calon kepala daerah Jabar.

Ketua Tim Sukses Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade), Haris Yuliana, mengatakan, selain seniman, Dede memiliki kemampuan memimpin dan toleransi kuat kepada kaum miskin. ”Karena jiwa seninya, Dede memiliki nurani mudah tersentuh dengan persoalan rakyat,” ujarnya.

Menurut Haris, di tengah permasalahan Jabar yang kompleks, diperlukan sosok pemimpin yang memiliki kemauan politik untuk melakukan perubahan, yaitu generasi muda. ”Berdasarkan semangat reformasi yang diusung PKS dan PAN, generasi muda perlu dikedepankan. Terbukti, di beberapa daerah yang dipimpin kaum muda justru maju,” katanya.

Ahmad Heryawan menambahkan, ke depan Jabar harus memiliki desain pembangunan yang jelas. Untuk membentuk kerangka dan arah pembangunan Jabar, pemimpin harus memiliki kemauan politik yang kuat. ”Kami akan melakukan reformasi atas kebekuan birokrasi dan menciptakan birokrasi yang bersih serta berorientasi pada pelayanan dan anggaran propublik. Dengan niat baik ini, kami yakin masyarakat memahami,” katanya.

Punya peluang

Jika bercermin dari hasil Pemilu 2004, pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf tidak didukung suara yang signifikan, yakni hanya 3.472.239 suara atau 17 persen dari total pemilih saat itu. Bahkan, PKS dan PAN pun cuma memiliki 21 kursi dari 100 kursi di DPRD Jabar.

Namun, bagi Haris, peta pemilihan kepala daerah (pilkada) berbeda dengan pemilu legislatif. Terbukti, pada pilkada di Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Bekasi, PKS dan PAN mampu memenanginya. ”Dalam konteks pilkada Jabar, PKS dan PAN berpotensi besar meraih suara terbanyak,” kata Haris.

Pengamat hukum Dindin S Maolani mengatakan, dalam pilkada, perolehan suara tidak serta-merta didasarkan pada besar kecilnya suara partai pengusung. Terbukti dukungan suara yang diraih pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar yang diusung PKS dalam pilkada DKI Jakarta lebih banyak dari suara PKS dalam Pemilu 2004.

Dindin mengakui, PKS merupakan partai yang memiliki mesin politik yang efektif sehingga tidak boleh diremehkan. Peluang Ahmad Heryawan-Dede Yusuf untuk meraih suara yang banyak tetap terbuka. ”Tetapi, yang paling menentukan adalah tingkat pengenalan publik pada kedua tokoh ini. Kita lihat saja seberapa besar kedekatan mereka dengan rakyat Jabar,” katanya.

Sebagai selebriti, Dede Yusuf dikenal masyarakat Jabar. Sebaliknya, Heryawan belum cukup populer. Waktu yang tersisa dua pekan harus dijadikan peluang bersosialisasi guna meyakinkan masyarakat. Kini saatnya orang muda layak dipercaya memimpin Jabar. (A01/JAN)

Sumber: Kompas Jabar Edisi 29 Maret 2008

Senin, 31 Maret 2008 at 4:16 pm Tinggalkan komentar

Ceuk Urang…

Ceuk urang kaler : 
Pamingpin HADE ibarat pipa kapiler, 
Nu ngalirkeun cai kahadean ka kidul ka kaler. 
Jadi panggeuing mun da’i beuki ngagoler, 
Mun geus loba da’i goler, kabutuh rakyat jd kaboler 
Nagara aman katoler2, malah pamuda loba nu teler 
Sangkan aman, milih da’i kudu HADE, 
milih pamingpin ge kudu HADE! 
 
Ceuk urang kidul : 
Sangkan rakyat teu ngaredul, politisi teu loba wadul 
Supados kaamanan moal amburadul, pamor da’i moal jamburaul. 
Pajabat ge teu rarahul, pamingpin HADE kudu diqobul, 
 
Ceuk urang kulon; 
Loba da’i jiga bunglon, pajabat tur rahayat loba akon2 
nagara aman sakadar jadi jargon, sabab HADE teu jadi papagon. 
 
Ceuk urang wetan: 
Sangkan rahayat teu barangasan, pajabat hirup basajan, 
Aparat kaamanan teu papaseaan, nu karolot daek ngelehan 
Nu ngora jadi wanian teu borangan, hirup tengtrem jadi udagan 
Sejahtera jadi kanyataan, HADE mun gubernur Ahmad Heryawan. 
 
Ceuk urang sisi: 
Teu kaharti, loba kanyeri, hirup ngageuri, minyak kudu antri 
Dahar ngan jeung teri, da’i teu nyantri, pajabat jeung rahayat pahiri-hiri, Pamingpin kudu ganti, pilih HADE nu nyantri, nyari jeung boga jati diri…. 
 
Seueur nu ngaharewos ka pribados,ti ngawitan anak kos,nu ngaronda di ungal pos, tukang bandros,dugiken ka tukang caos, malah provos, sadayana ngaharewos teu kahartos,teu aya buktos…tiasana ukur “dagang waos”, balukarna jadi koropos…Ari rek nyalonkeun deui kakara loba baksos…malah pura2 bageur ngabagi artos.. Tos sepuh mah kedah emut kana waktos hos, ka akherat teh butuh ongkos. Nu NGORA SIAP NGAGENTOS… Wilujeng nyoblos… HADE…euy!

 (ti hadepisan.com)

Kamis, 27 Maret 2008 at 10:25 pm 2 komentar

Menuntut KPUD Mensosialisasikan Photo Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat

Tuntutan Kami untuk mengundurkan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), dengan terlebih dahulu KPUD membuat himbauan agar masyarakat Jawa Barat memastikan dirinya terdaftar dalam DPT, ternyata diabaikannya. KPUD tetap menetapkan DPT tersebut walaupun tidak di setujui oleh kami dan Tim Kampanye AMAN. Beberapa hari setelah di tetapkannya DPT oleh KPUD, KPUD memasang Spanduk yang berisi himbauan agar masyarakat memastikan dirinya tercatat dalam Daftar pemilih. Untuk itu, kami menuntut agar yang belum terdaftar dalam DPT masih memperbolehkan mendaftar dan dicatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) walaupun DPT telah ditetapkan oleh KPUD.

Agar kejadian itu tidak terulang, maka kami juga menuntut agar SK KPUD Propinsi Jawa Barat No. 14 Tahun 2008 tentang Alat Peraga Sosialisasi Dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2008 tanggal 21 Januari 2008 sebagai pelaksanaan dari UU no 22 tahun 2007 pasal 10 angka 3 huruf r segera dilaksanakan jangan sampai terlambat lagi. SK KPUD tersebut antara lain memuat mengenai Program Sosialisasi Calon Tetap Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Program ini ternyata belum terimplementasi, Kami belum menemukan adanya alat peraga Calon Tetap Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat semisal Baligo Photo Calon Tetap yang terpasang di setiap kantor PPS dan PPK. Giliran masyarakat berpartisipasi mensosialisasikan pasangan Calon Tetap Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang notabene merupakan kewajiban dari KPUD, malah dianggap mencuri start kampanye.

Kondisi demikian yang menyebabkan banyak masyarakat terutama di pedesaan sampai saat ini belum tahu siapa dan bagaimana photo pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang akan dicoblosnya nanti pada Pilgub Jawa Barat tanggal 13 April 2008. Untuk keperluan tersebut, Tim Hukum Hade besok akan mendatangi KPUD Propinsi Jawa Barat guna mendapatkan jawaban dan klarifikasi dari KPUD Propinsi Jawa Barat.

Bandung, 13 Maret 2008
Tim hukum HADE

SADAR MUSLIHAT, S.H. (081573132181)
R. SUYADI, S.H.

Minggu, 23 Maret 2008 at 2:31 am

Pemerintah Gagal Menstabilkan Harga Sembako

Mengawali roadshow-nya ke Kabupaten Subang, rombongan calon gubernur Ahmad Heryawan mengunjungi Madrasah Tsanawiyyah milik PUI Ciasem di Jalan Raya Ciasem Pantura Subang. Di hadapan para siswa, Ahmad Heryawan menyampaikan amanat tentang pentingnya mereka menuntut ilmu sehingga mampu menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi serta dibekali dengan akhlaqul karimah.

“Masa depan hanya bisa diraih oleh mereka yang menguasai sains dan tehnologi. Kegemilangan peradaban umat selama tujuh abad berturut-turut karena pencapaian sains yang sungguh luar biasa. Sebaliknya, krisis multidimensi yang dialami bangsa ini karena kita tidak cukup menguasai ilmu dan tehnologi serta lemah karakter,” ujar Heryawan.

Usai mengunjungi sekolah, Ahmad Heryawan yang berpasangan dengan Dede Yusuf ini mengunjungi Pasar Ciasem dan Pasar Pagaden serta berdialog dengan para pedagang. Disela-sela kunjungannya ke dua pasar tersebut, Ahmad Heryawan berjanji bila dirinya menjadi gubernur akan berupaya keras untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok (sembako).

“Saya bersyukur, harga-harga kebutuhan pokok mulai stabil terutama minyak goreng. Waktu berkunjung ke Bogor beberapa hari lalu, saya juga mengusulkan agar ada operasi pasar. Mudah-mudahan, gejolak harga ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Untuk menstabilkan harga minyak goreng ini, Heryawan menyarankan pemerintah agar mengintervensi dengan menjaga stabilitas produksi, membereskan jalur distribusi, dan mencegah penyelundupan CPO ke luar negeri yang menyebabkan suplai berkurang yang mengakibatkan harga naik. Selain itu, pemerintah harus berupaya agar pendapatan masyarakat meningkat sehingga mendongkrak daya beli mereka.

Heryawan menilai, pemerintah hingga kini belum bisa menyediakan stok sembako yang cukup bagi masyarakat. Pemerintah juga gagal dalam mengendalikan harga, dan ketidakjelasan regulasi tentang posisi pedagang tradisional di tengah ekspansi pasar modern.

Pelayanan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian besar Calon Gubernur Ahmad Heryawan. Di sela-sela kunjungan ke Kabupaten Subang, ia sempat berdialog langsung dengan masyarakat di beberapa lokasi bakti sosial. Heryawan melihat perlu pendekatan lain yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kesehatan. Yaitu adanya pelayanan kesehatan yang menjangkau sampai ke pelosok desa.

“Selama ini, masyarakat yang tinggal di pelosok tidak mampu menjangkau Puskesmas yang biasanya terletak di pusat kecamatan akibat tidak tersedia sarana transportasi yang memadai ataupun tidak adanya biaya transportasi menuju Puskesmas terdekat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Heryawan juga mengatakan yang akan menjadi prioritas dalam lima tahun kepemimpinannya adalah dengan mengatasi pengangguran, perbaikan infrastruktur, menekan angka kemiskinan dan menciptakan pendidikan yang berkualitas. Selanjutnya Heryawan mengisi acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1429 H dan meresmikan Gedung dan Majelis Taklim PUI. (15/3/2008)

Minggu, 23 Maret 2008 at 2:20 am


Kalender

September 2017
S S R K J S M
« Mar    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Saran dan masukan

Kirim ke : hijra.tm [at] gmail [dot] com