Archive for Maret 23rd, 2008

Menuntut KPUD Mensosialisasikan Photo Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat

Tuntutan Kami untuk mengundurkan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), dengan terlebih dahulu KPUD membuat himbauan agar masyarakat Jawa Barat memastikan dirinya terdaftar dalam DPT, ternyata diabaikannya. KPUD tetap menetapkan DPT tersebut walaupun tidak di setujui oleh kami dan Tim Kampanye AMAN. Beberapa hari setelah di tetapkannya DPT oleh KPUD, KPUD memasang Spanduk yang berisi himbauan agar masyarakat memastikan dirinya tercatat dalam Daftar pemilih. Untuk itu, kami menuntut agar yang belum terdaftar dalam DPT masih memperbolehkan mendaftar dan dicatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) walaupun DPT telah ditetapkan oleh KPUD.

Agar kejadian itu tidak terulang, maka kami juga menuntut agar SK KPUD Propinsi Jawa Barat No. 14 Tahun 2008 tentang Alat Peraga Sosialisasi Dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2008 tanggal 21 Januari 2008 sebagai pelaksanaan dari UU no 22 tahun 2007 pasal 10 angka 3 huruf r segera dilaksanakan jangan sampai terlambat lagi. SK KPUD tersebut antara lain memuat mengenai Program Sosialisasi Calon Tetap Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Program ini ternyata belum terimplementasi, Kami belum menemukan adanya alat peraga Calon Tetap Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat semisal Baligo Photo Calon Tetap yang terpasang di setiap kantor PPS dan PPK. Giliran masyarakat berpartisipasi mensosialisasikan pasangan Calon Tetap Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang notabene merupakan kewajiban dari KPUD, malah dianggap mencuri start kampanye.

Kondisi demikian yang menyebabkan banyak masyarakat terutama di pedesaan sampai saat ini belum tahu siapa dan bagaimana photo pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang akan dicoblosnya nanti pada Pilgub Jawa Barat tanggal 13 April 2008. Untuk keperluan tersebut, Tim Hukum Hade besok akan mendatangi KPUD Propinsi Jawa Barat guna mendapatkan jawaban dan klarifikasi dari KPUD Propinsi Jawa Barat.

Bandung, 13 Maret 2008
Tim hukum HADE

SADAR MUSLIHAT, S.H. (081573132181)
R. SUYADI, S.H.

Minggu, 23 Maret 2008

Pemerintah Gagal Menstabilkan Harga Sembako

Mengawali roadshow-nya ke Kabupaten Subang, rombongan calon gubernur Ahmad Heryawan mengunjungi Madrasah Tsanawiyyah milik PUI Ciasem di Jalan Raya Ciasem Pantura Subang. Di hadapan para siswa, Ahmad Heryawan menyampaikan amanat tentang pentingnya mereka menuntut ilmu sehingga mampu menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi serta dibekali dengan akhlaqul karimah.

“Masa depan hanya bisa diraih oleh mereka yang menguasai sains dan tehnologi. Kegemilangan peradaban umat selama tujuh abad berturut-turut karena pencapaian sains yang sungguh luar biasa. Sebaliknya, krisis multidimensi yang dialami bangsa ini karena kita tidak cukup menguasai ilmu dan tehnologi serta lemah karakter,” ujar Heryawan.

Usai mengunjungi sekolah, Ahmad Heryawan yang berpasangan dengan Dede Yusuf ini mengunjungi Pasar Ciasem dan Pasar Pagaden serta berdialog dengan para pedagang. Disela-sela kunjungannya ke dua pasar tersebut, Ahmad Heryawan berjanji bila dirinya menjadi gubernur akan berupaya keras untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok (sembako).

“Saya bersyukur, harga-harga kebutuhan pokok mulai stabil terutama minyak goreng. Waktu berkunjung ke Bogor beberapa hari lalu, saya juga mengusulkan agar ada operasi pasar. Mudah-mudahan, gejolak harga ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Untuk menstabilkan harga minyak goreng ini, Heryawan menyarankan pemerintah agar mengintervensi dengan menjaga stabilitas produksi, membereskan jalur distribusi, dan mencegah penyelundupan CPO ke luar negeri yang menyebabkan suplai berkurang yang mengakibatkan harga naik. Selain itu, pemerintah harus berupaya agar pendapatan masyarakat meningkat sehingga mendongkrak daya beli mereka.

Heryawan menilai, pemerintah hingga kini belum bisa menyediakan stok sembako yang cukup bagi masyarakat. Pemerintah juga gagal dalam mengendalikan harga, dan ketidakjelasan regulasi tentang posisi pedagang tradisional di tengah ekspansi pasar modern.

Pelayanan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian besar Calon Gubernur Ahmad Heryawan. Di sela-sela kunjungan ke Kabupaten Subang, ia sempat berdialog langsung dengan masyarakat di beberapa lokasi bakti sosial. Heryawan melihat perlu pendekatan lain yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kesehatan. Yaitu adanya pelayanan kesehatan yang menjangkau sampai ke pelosok desa.

“Selama ini, masyarakat yang tinggal di pelosok tidak mampu menjangkau Puskesmas yang biasanya terletak di pusat kecamatan akibat tidak tersedia sarana transportasi yang memadai ataupun tidak adanya biaya transportasi menuju Puskesmas terdekat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Heryawan juga mengatakan yang akan menjadi prioritas dalam lima tahun kepemimpinannya adalah dengan mengatasi pengangguran, perbaikan infrastruktur, menekan angka kemiskinan dan menciptakan pendidikan yang berkualitas. Selanjutnya Heryawan mengisi acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1429 H dan meresmikan Gedung dan Majelis Taklim PUI. (15/3/2008)

Minggu, 23 Maret 2008


Hot Menu

Blogroll

Kalender

Maret 2008
S S R K J S M
     
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Saran dan masukan

Kirim ke : hijra.tm [at] gmail [dot] com

Komentar/Masukan

Agus Ramada Setiadi di Tentang Kami
aing di Rombongan Hade Diarak di …
olgaoctora di Tentang Kami
dian wardhana di Tentang Kami
mdianapriyanto di Tentang Kami
setia di Tentang Kami
Amunisi HADE di Tentang Kami
adimasmw di Ceuk Urang…
nina di Ceuk Urang…
Fauzie Abdullah di Tentang Kami
pkspanmas di Tentang Kami
siska di Tentang Kami
Wido Q Supraha di Tentang Kami